Kamis, 30 Mei 2013

JANGAN PERNAH BERPIKIR UNTUK BERHENTI MEROKOK


            JANGAN PERNAH BERPIKIR UNTUK BERHENTI MEROKOK
( karena tidak ada alasan yang kuat untuk berhenti merokok )

Assalamualaikum wr wb.

Terkejut membaca judul diatas. Bagus.
Apakah Sobat marah? Bagus.
Karena dengan demikian Sobat tentu tertarik untuk melanjutkan membacanya sampai selesai.
Silakan maki aq sepuasnya jika memang tulisan q ini Sobat anggap kontroversial n bertentangan dengan moral. Tapi janji dulu klo Sobat mau membacanya sampai akhir tulisan ini. Klo Sobat tidak punya cukup waktu , aq anjurkan untuk STOP sampai sini saja. Mungkin lain kali, jika ada waktu silakan membaca tulisan ini lagi.
Sobat , aq sendiri juga heran entah setan mana yang telah merasuki aq sehingga mendorong keinginan q untuk membuat tulisan ini. Tapi sudahlah lupakan saja masalah itu. Lebih baik mulai saja segera membaca tulisan ini sampai selesai, agar Sobat bisa memberi komentar n memaki/ menyumpahi q sepuasnya, OK?
Oh ya sebelumnya Admin "makasampaikanlah" mohon maaf karena tidak bisa posting untuk waktu yang sangat lama. Mudah2an posting kali ini bisa menjadi bahasan yang menarik.
Tulisan ini juga sekaligus untuk menjadi bahan renungan menyambut "HARI TANPA TEMBAKAU SEDUNIA" tanggal 31 mei 2013 besok. 

********************************************************************************************************************
Jika Sobat pernah merokok tentulah tahu pasti, bagaimana nikmat n menyenangkannya kegiatan merokok. Bagi seorang perokok, rokok adalah segala-galanya. Hampir tidak ada yang lebih penting melebihi rokok. Mereka (termasuk aq dulu) punya SEMBOYAN2 untuk menggambarkan bagaimana pentingnya rokok. Antara lain sbb:
# " PUTUS PACAR/ISTRI CARI LAGI, PUTUS ROKOK SETENGAH MATI "
# " MEROKOK MATI TIDAK MEROKOK MATI, LEBIH BAIK MEROKOK SAMPAI MATI "
# “DARI PADA TIDAK MEROKOK, LEBIH BAIK TIDAK MAKAN, “
Tapi dulu aq merubah semboyan yang terakhir ini menjadi:
“ DARI PADA TIDAK MEROKOK, LEBIH BAIK MEROKOK SESUDAH MAKAN “
Dan masih byk lagi semboyan2 yang menggambarkan betapa pentingnya rokok.

Karena itu jangan pernah menyarankan perokok utk berhenti merokok, kalo ga pengen kheki sendiri.
Apapun alasan yang kita ajukan akan dengan mudah DIMENTAHKAN/dipatahkannya. Pengen bukti?
Nih misalnya kita ajukan bahaya merokok bagi kesehatan. Kita tunjukan fakta2 sebagai berikut:
  
Bahwa dalam setiap BATANG ROKOK MENGANDUNG ZAT-ZAT YANG BERBAHAYA BAGI MANUSIA DAN LINGKUNGAN. Zat-zat itu antara lain sbb:

* NIKOTIN
    Nikotin adalah senyawa kimia organik kelompok alkaloid yang dihasilkan secara alami pada berbagai macam tumbuhan, terutama suku terung-terungan (Solanaceae) seperti tembakau dan tomat. Nikotin berkadar 0,3 sampai 5,0% dari berat kering tembakau berasal dari hasil biosintesis di akar dan terakumulasi di daun.

Nikotin merupakan racun saraf yang potensial dan digunakan sebagai bahan baku berbagai jenis insektisida. Pada konsentrasi rendah, zat ini dapat menimbulkan kecanduan, khususnya pada rokok. Nikotin memiliki daya karsinogenik terbatas yang menjadi penghambat kemampuan tubuh untuk melawan sel-sel kanker, akan tetapi nikotin tidak menyebabkan perkembangan sel-sel sehat menjadi sel-sel kanker. 

Effek yang dibutuhkan oleh perokok adalah membuatnya merasa rileks

* TAR
    Tar terdiri lebih dari 4000 bahan kimia yang mana 60 bahan kimia di antaranya bersifat karsinogenik.
   
*SIANIDA
     senyawa kimia yang mengandung kelompok cyano.
*BENZENE
     Benzene, juga dikenal sebagai bensol, senyawa kimia organik yang mudah terbakar dan tidak berwarna.

*CADMIUM
    Yaitu sebuah logam yang sangat beracun dan radioaktif.

*METANOL
    Metanol (alkohol kayu), alkohol yang paling sederhana yang juga dikenal sebagai metil alkohol.

*ASETILENA
    Asetilena, merupakan senyawa kimia tak jenuh yang juga merupakan hidrokarbon alkuna yang paling sederhana.

*AMONIA
    Amonia, dapat ditemukan di mana-mana, tetapi sangat beracun dalam kombinasi dengan unsur-unsur tertentu.

*FORMALDEHIDA
    Formaldehida, cairan yang sangat beracun yang digunakan untuk mengawetkan mayat.

 HIDROGEN SIANIDA
    Hidrogen sianida, racun yang digunakan sebagai fumigan untuk membunuh semut. Zat ini juga digunakan sebagai zat pembuat plastik dan pestisida.

ARSENIK
    Arsenik, bahan yang terdapat dalam racun tikus.
    Racun inilah yg dulu pernah digunakan untuk MEMBUNUH MUNIR ( sementara byk org yg sadar ato tak sadar telah sengaja meracuni dirinya sendiri melalui asap rokok ).

KARBON MONOKSIDA
    Karbon monoksida, bahan kimia beracun yang ditemukan dalam asap buangan mobil.

Zat2 tsb diatas sangat berpotensi menimbulkan penyakit yg mematikan seperti berikut ini:

Penyakit Kardiovaskular

Penyakit jantung koroner adalah salah satu penyrebab kematian yang paling banyak di jumpai. Sebagian besar serangan jantung telah terbukti di sebabkan karena merokok. Merokok dapat meningkatkan proses pengerasan dan penyempitan arteri. Proses penggumpalan darah terjadi 2 – 4 kali lebih cepat sehingga dapat menyebabkan terjadinya ateriosklerosis. Sehingga akan terjadi pengerasan dan penurunan elastisitas dinding pembuluh darah dan membuat darah lebih mudah membeku maka sumbatan pembuluh darah akan terjadi dimana-mana. Penyakit kardiovaskular dapat terjadi dengan berbagai bentuk tergantung pembuluh darah mana yang terlibat.

Kanker

Kanker pembunuh terbesar, yaitu kanker paru-paru, membunuh hampir 90% penderitanya, atau hampir 30% dari seluruh kematian akibat kanker. Namun sesungguhnya justru kanker paru-parulah yang paling mudah dicegah. Survei dalam beberapa dekade menunjukkan bahwa satu-satunya penyebab mayoritas kanker paru-paru adalah asap rokok. Rokok juga meningkatkan resiko kefatalan bagi penderita pneumonia dan gagal jantung, serta tekanan darah tinggi. Pada masyarakat yang tidak merokok, hanya 0,5 % resiko terkena kanker paru. Satu dari sepuluh perokok sedang dan hampir 1 dari 5 perokok berat (lebih dari 15 batang sehari) akan meninggal karena kanker paru.

Kerusakan paru dapat melalui 3 mekanisme yaitu :

    Cedera akibat oksidasi
    Karsinogenesis
    Aktivasi imunologik

Kanker lainnya yang dapat terjadi yaitu :

    Kanker kandung kencing
    Kanker pada rongga mulut dan saluran nafas atas
    Kanker pada oesophagus
    Kanker pada ginjal
    Kanker pada pankreas
    Kanker serviks

Chronic Obstructive Pulmonary Diseases (COPD) atau PPOM

COPD atau PPOM ( Penyakit Paru Obstuktif Menahun ) dikenal sebagai bronkhitis kronis dan emfisema. Seperti halnya kanker dan penyakit jantung, pada PPOM angka kematiannya berbanding lurus dengan rokok yang dihisap. Pada perokok paparan asap rokok yang terus menerus akan terjadi penyempitan diameter saluran napas karena adanya mekanisme pertahanan tubuh yaitu dengan peningkatan produksi mukus (dahak) maka akan mengakibatkan juga terjadinya bronkokonstriksi sehingga akan terjadi hambatan aliran udara. Hambatan aliran udara yang terus menerus akan memicu kerusakan pada kantung udara (alveoli) hal ini dapat mengakibatkan terjadinya emfisema. Akibat kerusakan kantung udara (alveoli) tersebut maka penderita akan sulit bernafas yang makin lama bertambah berat.

Impotensi

Hasil pembakaran rokok yaitu Karbon monoksida ( CO ) dan Nikotin : dapat menyebabkan terjadinya penyempitkan pembuluh darah arteri yang menuju penis sehingga mengurangi aliran darah dan tekanan darah menuju penis.

# Serba-serbi Rokok

    Setiap harinya ada 44 orang meninggal dunia di Inggris akibat rokok.
    Setengah batang terakhir rokok mengandung zat yang jauh lebih berbahaya dari setengah yang pertama.
    Pemerintah Italia pada tahun 1962 melalui UU. No. 65 melarang melakukan iklan rokok dan berbagai hal yang berkaitan dengannya.
    Sebagian dokter berkata, dalil-dalil sangat kuat sehingga sampai pada tingkat tidak ada jalan lain menurut perasaan kita sebagai dokter yang bertanggung jawab terhadap kesehatan umat manusia kecuali kita harus memperingatkan masyarakat dari bahaya rokok yang mengancam mereka.Karena itu mereka harus berhenti merokok!

Sobat tentu yakin bahwa dengan menyampaikan fakta2 berikut Sang perokok akan segera sadar dan berhenti merokok. Ternyata TIDAK, karena dgn santainya doi akan berkata " Kakek q ( atau kakek teman q atau tetangga q ) umurnya udah seratus tahun lebih sekian toch masih sehat2 aja. Padahal dia perokok berat malah rokoknya tingwe ( maksudnya rokok nglinthing dewe alias bikin sendiri/ bukan buatan pabrik ) . Tapi coba lihat tu si Fulan dari kecil ga pernah merokok tapi malah penyakitan, bengek pula".
Gimana? Kheki ga?

###
Mungkin Sobat belum menyerah n menyiapkan jurus lain dgn mengaitkannya pada masalah ekonomi.
Kita sampaikan fakta berikut:

*Masyarakat miskin merupakan kelas yang mengalami dampak yang paling besar dari Industri rokok. Sudah menjadi rahasia umum bahwa tujuan dari bisnis industri rokok adalah membuat konsumen menjadi tercandu dan pada akhirnya menjadi perokok aktif. Segmen konsumen yang paling merasakan kerugian dari “kecanduan rokok” adalah kalangan masyarakat miskin. Dari catatan WHO, jumlah terbesar perokok berada di negara-negara miskin berkembang.

*Bagi perokok ekonomi lemah (miskin), menjadi perokok berarti ia harus mengeluarkan uang yang harusnya digunakan kebutuhan dasar seperti makanan bergizi, pendidikan, pakaian, kesehatan, atau tabungan. Tapi justru digunakan untuk pengeluaran sia-sia , membakar batang demi batang rokok.

*Seorang perokok berat bisa menghabiskan tiga bungkus rokok lebih. Perokok pemula setidaknya menghabiskan sebungkus rokok. Kalo kita ambil rata2 berarti seorang perokok rata2 menghabiskan  dua bungkus rokok sehari. Harga rokok saat ini rata2 10 ribu/ bungkus. Jadi seorang perokok rata2 mengeluarkan uang sebesar 20 ribu/ hari untuk membeli barang yang hanya untuk dibakar dan membahayakan dirinya sendiri (juga orang lain ). Dalam satu bulan berarti 600 ribu. Uang sebesar itu tentu sangat berarti bagi rata masyarakat kita yang berpenghasilan setingkat UMR.
Dalam kasus diatas (kasus perokok yang umum terjadi di negeri kita), jika kita lihat secara mendalam, maka rokok tidak jauh berbeda dengan candu atau esktrimnya adalah narkoba. Demi rokok, seorang rela mengurangi jatah makanan yang bergizi bagi anak-anaknya. Bahkan ia menghabiskan uang rokok yang jauh lebih besar daripada biaya pendidikan anaknya.

*Sesungguhnya, dampak negatif Industri rokok sangat dirasakan oleh masyarakat miskin daripada orang kaya. Orang miskin akan jauh lebih rentan terserang penyakit [oleh rokok] daripada orang kaya. Dan secara tidak sadar, rokok merupakan salah satu faktor “jeratan setan kemiskinan” di masyarakat kita. Orang miskin (penghasilan keluarga < 1 juta per bulan) harus menghabiskan porsi yang besar penghasilannya untuk membeli rokok. Tidak sedikit mereka bahkan menghabiskan 1/4 ato bahkan 1/2 penghasilan hanya untuk membeli 1 sampai 2 bungkus rokok per hari. ( 300 ribu sampai 600 ribu per bulan )

*Bagi si perokok (misalnya kepala keluarga), merokok akan mengakibatkan penyakit yang berbahaya. Dan bagi keluarga si perokok, gaji/penghasilan yang harusnya dapat digunakan untuk memberi gizi yang cukup serta investasi untuk pendidikan harus dipotong karena rokok.  Dan jika kepala keluarga yang kecanduan merokok relatif tinggi, maka pada usia yang masih relatif muda (35-45 tahun), ia mulai sakit-sakitan atau bisa jadi kena kanker. Ketika sakit, maka ia akan kesulitan bekerja. Penghasilan akan turun, dan sumber keuangan keluarga akan bermasalah. Anak-anaknya yang sedang sekolah atau melanjutkan studi akan kesulitan biaya. Si keluarga harus mengeluarkan biaya  ekstra untuk pengobatan si suami (kepala keluarga). Dengan kondisi seperti ini, maka sangat mungkin si anak tidak bisa melanjutkan studi.

*Dengan modal pendidikan rendah serta asupan gizi rendah (kecerdasan lebih rendah), maka si anak akan mengalami nasib yang hampir serupa dengan si orang tuanya. Tanpa contoh dari orang tua, proteksi dari lingkungan, himbauan dari pemerintah, larangan iklan rokok di TV, maka sangat mungkin si anak ikut terjerumus oleh rokok. Sebagian penghasilannya juga akan digunakan untuk merokok sejak dini. Dan habit ini akan terus diwarisi hingga ke anak, cucu dan seterusnya. Selain berdampak pada keluarga, si perokok (suami yang sudah sakit) secara tidak langsung akan menjadi beban pemerintah, beban negara. Setidak-tidaknya, orang miskin harus mendapat perawatan/pengobatan subsidi dari negara.  Kas negara akan tersedot untuk biaya pengobatan para perokok yang sakit, untuk biaya mencipta lapangan kerja serta biaya sosial keluarga si orang tua ini (perokok)

#Mau tahu jawaban Si Perokok?
" Ah Si Anu itu ga merokok juga ga kaya-kaya? "
" #@&*%#@&! "
Nah loe!

Masih belum jera?

Kalo sang perokok muslim maka coba  keluarkan jurus terakhir ini.

Sebagian ulama berpendapat bahwa merokok hukumnya haram, pendapat ini ditegaskan oleh Qalyubi (Ulama Mazhab Syafi’i, wafat: 1069 H). Dalam kitab Hasyiyah Qalyubi ala Syarh al-Mahalli (jilid I, Hal. 69), beliau mengatakan: “Ganja dan segala obat bius yang menghilangkan akal, zatnya suci sekalipun haram untuk dikonsumsi, oleh karena itu para ulama kami berpendapat bahwa rokok hukumnya juga haram, karena rokok dapat membuka jalan agar tubuh terjangkit berbagai penyakit berbahaya”.

Ibnu Allan (ulama Madzhab Syafi’i, wafat: 1057H), as-Sanhury (Mufti Mazhab Maliki di Mesir, wafat 1015 H), al-Buhuty (Ulama Mazhab Hanbali, wafat: 1051 H), as-Surunbulaly (Ulama Madzhab Hanafi, wafat: 1069 H) juga menfatwakan haram hukumnya merokok.

Merokok juga pernah dilarang oleh penguasa khilafah Utsmani pada abad ke-12 Hijriyah dan orang yang merokok dikenakan sanksi, serta rokok yang beredar disita pemerintah, lalu dimusnahkan.

Para ulama menegaskan haramnya merokok berdasarkan kesepakatan para dokter di masa itu, yang menyatakan bahwa rokok sangat berbahaya terhadap kesehatan tubuh. Ia dapat merusak jantung, penyebab batuk kronis, mempersempit aliran darah yang menyebabkan tidak lancarnya darah dan berakhir dengan kematian mendadak.

Padahal Allah telah mengharamkan seseorang untuk membinasakan dirinya melalui firman-Nya:

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al Baqarah: 195).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ

“Tidak boleh melakukan perbuatan yang membuat mudharat bagi orang lain baik permulaan ataupun balasan.” (HR. Ibnu Majah. Hadis ini di shahihkan oleh Albani).

Hasil penelitian kedokteran di zaman sekarang memperkuat penemuan dunia kedokteran di masa lampau bahwa merokok menyebabkan berbagai jenis penyakit kanker, penyakit pernafasan, penyakit jantung, penyakit pencernaan, berefek buruk bagi janin, juga merusak sistem reproduksi, pendeknya merokok merusak seluruh sistem tubuh.

Oleh karena itu, seluruh negara menetapkan undang-undang yang mewajibkan dicantumkannya peringatan bahwa merokok dapat mebahayakan kesehatan tubuh pada setiap bungkus rokok.

Karena itu, sangat tepat fatwa yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga fatwa di dunia Islam, seperti fatwa MUI yang mengharamkan rokok, begitu juga Dewan Fatwa Arab Saudi yang mengharamkan rokok, melalui fatwa nomor: (4947), yang menyatakan, “Merokok hukumnya haram, menanam bahan bakunya (tembakau) juga haram serta memperdagangkannya juga haram, karena rokok menyebabkan bahaya yang begitu besar”.

*Bagi yang ingin lebih yakin tentang fatwa haram rokok silakan kunjungi alamat2 berikut:
dan masih banyak lagi yang bisa Sobat dapatkan dgn mudah dari Search Engine(Internet).
 
#Jika doi seorang muslim yang baik n mendapat hidayah Allah kemungkinan besar doi akan sadar n menghentikan kebiasaan merokoknya.
#Tp jangan yakin dulu, karena jawaban yang paling banyak adalah:
" KH Fulan itu ulama hebat n terkenal , toch beliau juga merokok " .
Tuh kan!!!

Untuk itu jangan pernah menyarankan perokok untuk berhenti merokok. Hal itu kalo orang jawa bilang sama dgn “ WONG LEGAN GOLEK MOMONGAN “ alias cuma cari perkara aja.
Terus gimana dong? Masa kita harus berdiam diri saja, sementara kita tahu jutaan umat manusia ( juga lingkungan ) terancam BAHAYA LATEN ASAP ROKOK.
# TENTU SAJA TIDAK. Mungkin akan lebih baik mulai dari diri kita sendiri aja. Mari kita tunjukan bahwa dgn tidak merokok, berarti kita adalah orang yang sadar dan peduli akan pentingnya kesehatan diri dan lingkungan. Orang yang tidak merokok berarti juga orang yang punya empati dan kepedulian yang besar pada sesama manusia. Karena non perokok mampu menahan rasa egoismenya(keinginannya utk merokok ) demi kepentingan bersama ( yaitu kesehatan n kesejahteraan lingkungan ). Mungkin seorang yang tidak merokok BELUM BISA KAYA SECARA MATERI, tapi YANG JELAS KAYA HATI.. Karena MAMPU BERPERAN BESAR UNTUK TERCIPTANYA DUNIA YANG SEHAT SEJAHTERA , AMAN DAN NYAMAN. Inilah salah satunya yg dimaksud dgn THINK GLOBAL ACT LOCAL.
Karena itu JANGAN PERNAH BERPIKIR UNTUK BERHENTI MEROKOK. Tapi SEGERA MATIKAN ROKOK SOBAT. DAN JANGAN PERNAH MENYALAKANNYA LAGI. Sebelum rokok mematikan Sobat n orang2 yang Sobat kasihi di lingkungan Sobat.
Akhir kata aq ucapkan terima kasih bwt Sobat2 yang telah berkenan membaca tulisan ini sampai selesai n mudah2an keinginan untuk memaki q lenyap setelah membaca akhir tulisan ini.
Semoga bermanfaat.

Jika ada kebenaran dalam tulisan ini pastilah datang dari Allah, MAKASAMPAIKANLAH n LAKUKANLAH.
Semua kesalahan dan keburukannya adalah karena kebodohan, kedangkalan pemikiran n sempitnya wawasan q , MAKA MAAFKANLAH,

Wassalamualaikum wr wb.

Salam Sobat mu
si anak liar ingat Tuhan
alit warsono

Referensi:

http://rindutulisanislam.blogspot.com
nusantaranews.wordpress.com
http://quitsmoking.about.com/od/tobaccostatistics/a/CigaretteSmoke.htm
www.elkhartcountyhealth.org/tobacco.php?
www.wikipedia.org
dan masih byk lagi yg udah lupa alamatnya...

baca selengkapnya maka sampaikanlah